Masih segar dalam ingatan tiga tahun yang lalu ketika malam itu saya dipanggil oleh salah seorang pemilik perusahaan. Terngiang jelas, dia bertutur bahwa kesempatan datang hanya sekali seumur hidup. Jika ada kesempatan menghampirimu ambil saja, sebelum orang lain merebutnya. Itu salah satu poin penting hasil pertemuan kami.
Esok harinya, atasan memanggil saya. Ia mengatakan bahwa ada perubahan formasi untuk usulan calon manajer yang diajukan unit. Beliau mempunyai inisiatif untuk mengajukan saya , selain ada satu orang lagi yang lebih senior. Wah pas nih, tumbu menangi tutup-begitu pepatah Jawa mengatakan. Sampai saat ini saya juga belum bisa memahami apa kelebihan saya dibandingkan yang lain sehingga dianganggap saya pantas menduduki jabatan yang menuntut tanggung jawab yang tidak ringan. Ya.. manajer merupakan jabatan yang cukup asing bagi seorang karyawan yang baru seperti saya. Jangankan manajer, jadi kepala bidang pun belum terpikirkan.
Fit and proper test
Sebagai sebuah perusahaan yang cukup besar, perusahaan kami memiliki mekanisme suksesi yang cukup solid. O, ya sebagai informasi, manajer terdahulu mengundurkan diri tanpa saya tahu alasannya. Tetapi di kemudian hari, akan saya pahami mengapa ia mengundurkan diri dari jabatannya.
Ada sebelas orang yang menjadi pesaing saya. Semuanya mempunyai latar belakang dan kemampuan yang berbeda-beda. Ada yang berasal dari disiplin ekonomi, agama, teknik, dan bidang lainnya. Semuanya rata-rata memiliki masa kerja dan kemampuan lebih di atas saya.
Akan tetapi dari hasil psikotes, hanya ada enam peserta yang memenuhi kualifikasi-termasuk saya. Lanjut, kata hati saya. Dalam hidup, prinsip yang saya pegang adalah filosofi air. Jalani hidup seperti air, mengalir ke mana saja. Kalau ada rintangan yang menghalanginya, maka air tidak lantas berhenti tetapi akan mencari jalan lain untuk terus mengalir.
Dan sudah bisa anda tebak, sayalah yang menjadi pemenang, yang lain menjadi pecundang. Kelak sedikit banyak saya akan ikut menjadi penentu maju mundurnya perusahaan ini
Fit and proper test
Sebagai sebuah perusahaan yang cukup besar, perusahaan kami memiliki mekanisme suksesi yang cukup solid. O, ya sebagai informasi, manajer terdahulu mengundurkan diri tanpa saya tahu alasannya. Tetapi di kemudian hari, akan saya pahami mengapa ia mengundurkan diri dari jabatannya.
Ada sebelas orang yang menjadi pesaing saya. Semuanya mempunyai latar belakang dan kemampuan yang berbeda-beda. Ada yang berasal dari disiplin ekonomi, agama, teknik, dan bidang lainnya. Semuanya rata-rata memiliki masa kerja dan kemampuan lebih di atas saya.
Akan tetapi dari hasil psikotes, hanya ada enam peserta yang memenuhi kualifikasi-termasuk saya. Lanjut, kata hati saya. Dalam hidup, prinsip yang saya pegang adalah filosofi air. Jalani hidup seperti air, mengalir ke mana saja. Kalau ada rintangan yang menghalanginya, maka air tidak lantas berhenti tetapi akan mencari jalan lain untuk terus mengalir.
Dan sudah bisa anda tebak, sayalah yang menjadi pemenang, yang lain menjadi pecundang. Kelak sedikit banyak saya akan ikut menjadi penentu maju mundurnya perusahaan ini
Melompat lebih tinggi
Meminjam istilat orang pintar bahwa tugas adalah sebuah kepercayaan, kepercayaan adalah sebuah kehormatan, dan kehormatan adalah segala-galanya. Kepercayaan ini memang sebuah karunia yang sangat besar dari Allah dan kado istimewa untuk perkawinan saya. Dan semenjak 1 September 2004 saya menjadi manajer operasional perusahaan ini. Tidak ada upacara pelantikan atau apapunlah namanya. Namun, beberapa rekan memberi ucapan selamat.
Akhir September atau sebulan setelah “pelantikan”, saya menikah dengan seorang perawan nan rupawan.Wong nggolek bojo kuwi ora usah adoh-adoh, mlaku ora theol numpak pit ora kesel (Mencari istri itu tidak usah jauh-jauh,kalau kita jalan kaki atau naik sepeda juga tidak capai). Prinsip itu dipegang betul oleh orang-orang desa-termasuk orang tua saya. Dan benar, rumah perawan nan rupawan itu hanya berjarak 100 meter dari rumah saya, cocok kan?
Pernikahan-sesederhana apapun upacaranya-tetap menjadi pesta yang paling meriah dan merupakan kenangan terindah dalam hidup seseorang. Begitu juga dengan pernikahan kami-walaupun dilaksanakan dengan sederhana-tetap saja merupakan sesuatu yang istimewa. Apalagi rekan-rekan dan para pimpinan perusahaan menghadiri pernikahan kami. Adakah yang lebih indah dari kebersamaan?
Ibarat berjalan dalam kegelapan, saya pun gagap dalam melangkah. Bahkan karena kegagapan tersebut, beberapa kalangan melakukan penolakan dan bersikap sinis. Paling hanya bertahan satu tahun. Paling hanya jadi boneka pemilik. Ah, jadikan saja dia sebagai bos cleaning servis. Begitulah kalimat-kalimat miring itu melintas jelas dan terekam dalam ingatan sampai sekarang dan saya hanya menanggapi dengan senyum masam. Biar waktu yang akan membuktikan (bersambung)
Meminjam istilat orang pintar bahwa tugas adalah sebuah kepercayaan, kepercayaan adalah sebuah kehormatan, dan kehormatan adalah segala-galanya. Kepercayaan ini memang sebuah karunia yang sangat besar dari Allah dan kado istimewa untuk perkawinan saya. Dan semenjak 1 September 2004 saya menjadi manajer operasional perusahaan ini. Tidak ada upacara pelantikan atau apapunlah namanya. Namun, beberapa rekan memberi ucapan selamat.
Akhir September atau sebulan setelah “pelantikan”, saya menikah dengan seorang perawan nan rupawan.Wong nggolek bojo kuwi ora usah adoh-adoh, mlaku ora theol numpak pit ora kesel (Mencari istri itu tidak usah jauh-jauh,kalau kita jalan kaki atau naik sepeda juga tidak capai). Prinsip itu dipegang betul oleh orang-orang desa-termasuk orang tua saya. Dan benar, rumah perawan nan rupawan itu hanya berjarak 100 meter dari rumah saya, cocok kan?
Pernikahan-sesederhana apapun upacaranya-tetap menjadi pesta yang paling meriah dan merupakan kenangan terindah dalam hidup seseorang. Begitu juga dengan pernikahan kami-walaupun dilaksanakan dengan sederhana-tetap saja merupakan sesuatu yang istimewa. Apalagi rekan-rekan dan para pimpinan perusahaan menghadiri pernikahan kami. Adakah yang lebih indah dari kebersamaan?
Ibarat berjalan dalam kegelapan, saya pun gagap dalam melangkah. Bahkan karena kegagapan tersebut, beberapa kalangan melakukan penolakan dan bersikap sinis. Paling hanya bertahan satu tahun. Paling hanya jadi boneka pemilik. Ah, jadikan saja dia sebagai bos cleaning servis. Begitulah kalimat-kalimat miring itu melintas jelas dan terekam dalam ingatan sampai sekarang dan saya hanya menanggapi dengan senyum masam. Biar waktu yang akan membuktikan (bersambung)
KISAH SELANJUTNYA
Semangat baru
Semangat baru
Berjalan di atas bara
Kebahagiaan semu
Kerinduan yang tak tertahankan
Pulang?
Kebahagiaan semu
Kerinduan yang tak tertahankan
Pulang?





Hi, this is a comment.
To delete a comment, just log in, and view the posts’ comments, there you will have the option to edit or delete them.