Satu ketidakberuntungan menimpa saya Jumat pagi (28/8/09). Kejadian berawal ketika saya berangkat ke kantor dan mengantar anak ke sekolah. Saat melintas di Jalan Abdurrahman Saleh-tepatnya di depan pertigaan Sri Rejeki, saya merasakan ada barang yang jatuh. Sambil tetap berkendara saya mencari-cari apa gerangan yang jatuh; temput minum anak tidak, dompet masih ada, lantas apa lagi?. Sejurus kemudian pertanyaan itu terjawab, HP Nokia E 63 yang ada di kantong baju koko tidak ada.
Dengan cepat saya berbalik arah dengan harapan masih bisa mengambil alat komunikasi yang paling berharga itu. Akan tetapi dari kejauhan terlihat seseorang yang mengendarai motor (jika tidak salah pria setengah baya) tampak berhenti dan mengambil HP tersebut. Saya berniat memanggil dan meminta kembali, tetapi urung saya lakukan mengingat padatnya lalu lintas pagi itu. Saya kehilangan jejak, dan dapat ditebak sang penemu hilang bersama pengguna jalan lain di tengah hiruk pikuknya lalu lintas pagi itu.
Sesampai di kantor, saya masih sempat menghubungi nomor panggil yang ada di HP terrsebut, masuk dan ada nada tunggu, tetapi tidak diangkat. Beberapa saat kemudian saya menghubungi lagi, tetapi nadanya sudah tidak aktif. Sampai malam saya mencoba mengubungi berulang kali tetapi hasilnya sama.
Apa pentingnya sebuah HP bagi seseorang? Saya pikir semua sepakat bahwa HP bagi seseorang sangatlah penting. Begitu juga bagi saya, HP sangatlah penting, karena didalamnya tersimpan data-data penting, ratusan nomor rekan, relasi yang sangat saya butuhkan. Tentu tak mudah untuk mendapatkan kembali.
Ya.. saya hanya berharap kebaikan orang. Semoga suatu ketika sang penemu menemui saya. Saya hanya ingin meminjam HP tersebut untuk mengkopi data-data yang memang sangat saya butuhkan. Syukur-syukur ia bermaksud baik dan mengembalikannya.




