Sabtu (12/5) saya mendapat kesempatan mengikuti workshop penerapan internet marketing yang diselenggarakan oleh Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI) Korwil Semarang. Workshop diikuti oleh duapuluhan peserta yang datang dari berbagai kota di Jawa Tengah. Narasumber yang diundang yakni Ipan Pranashakti-pakar internet marketing yang cukup lama malang melintang di dunia online. Banyak hal baru yang unik dan menarik yang sebelumnya takterlintas dalam benak saya. Mudah-mudahan pengetahuan baru ini akan banyak memberi manfaat bagi perkembangan Majalah Merah Putih dan Sekolah Nasima. Mengingat taklama lagi, Merput sebagai majalah pendidikan akan me-launching portal onlinenya. Thanks Mas Sakti.
Author Archives: dindinonline
ANAK LANANG : KERINDUAN DAN HARAPAN
“Wah. Selamat Din. Anakmu lanang. Lha dijenengi sapa? “ seorang kawan bertanya penuh antusias begitu tahu anak keduaku lahir laki-laki. Sejurus aku terdiam. Bukan saja kaget dengan pertanyaanya, tetapi memang sampai hari kelima belas kelahirannya aku belum menemukan nama yang cocok untuknya.
“ Aha… nantilah nunggu selapanan” jawabku.
“ Lhadalah. Sampeyan kaya orang dulu saja. Memberi nama kok menunggu selapanan. Seharusnya waktu dalam kandungan Sampeyan sudah mempersiapkan nama untuknya. Tidak usah nunggu lahir. Apalagi sampe selapanan. Aneh” dia sedikit mengguman.
Bagi seorang pria, memiliki anak laki-laki tentu saja sebuah kebanggaan, karena konon Continue reading
Kerelaan Memahami Diri dan Orang Lain
Jonroni-kawan akrab saya bercerita tentang seringnya ia harus berkorban kerelaan. “Maksud lo Jon?” saya mulai tertarik dengan ceritanya kerna hal yang sama juga sering menimpa saya.
Setelah sekian lama mengalami banyak kejadian, saya berksimpulan bahwa orang lain sering bersikap tidak adil terhadap saya. Ketika mereka tidak ada-dengan alasan apapun-saya bisa, sekali lagi bisa memahami ketiadaan mereka. Kerna saya sadar, orang perlu wilayah pribadi-baik guna urusan yang tidak penting sampai yang sangat penting.
Tetapi giliran saya tidak ada, hampir semua orang menganggap saya tidak pantas melakukan hal itu. Kekanak-kanakan. Disangka tak loyal. Dan seribu caci makian menghantam ketiadaan saya. Padahal ketiadaan saya pun memiliki alasan yang masuk akal dan bisa dipertanggungjawabkan. Hanya saja saya tidak mau mengemis-ngemis agar orang bisa memahami alasan itu. Mungkin itulah kelemahan saya.
Lepas dari kelemahan itu, sungguh, saya marah. Berkecamuk seribu dendam di dalam dada. Mengapa orang-orang Continue reading
Pelan-pelan Aku Membunuh Ayahku
Awas, Mengabaikan Cuti Tahunan Bisa Sebabkan Kematian
Sebuah penyakit terbaru ditemukan dalam dunia pengetahuan. Penyakit ini disebut ‘sindrom kekurangan liburan’ dan mempengaruhi mereka yang sering mengabaikan cuti tahunan. Seperti yang dikutip dari geniusbeauty, mengabaikan cuti tahunan dapat meningkatkan risiko kematian dini. Tidak tangung-tanggung, risiko kematian bisa meningkat hingga 20%. Sebuah penelitian yang melibatkan ribuan orang Amerika yang bekerja menunjukkan bahwa, mereka yang melewatkan liburan tiap tahunnya selama lebih dari dua tahun berturut-turut, mengalami kemerosotan kesehatan dengan cepat. Selain itu, mereka yang jarang liburan juga lebih banyak mengeluh dan meningkatnya risiko serangan jantung serta tekanan darah. Beberapa pakar kesehatan menekankan bahwa orang yang mengalami sindrom kekurangan liburan akan mendapatkan cidera parah pada saraf bahkan stroke.
PUISI TERKAHIR SI BURUNG MERAK
Seringkali aku berkata,
Ketika semua orang memuji milikku
Bahwa sesungguhnya ini hanyalah titipan
Bahwa mobilku hanyalah titipan-Nya
Bahwa rumahku hanyalah titipan-Nya
Bahwa hartaku hanyalah titipan-Nya
Bahwa putraku hanyalah titipan-Nya
Tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya:
Mengapa Dia menitipkan padaku ?
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku ?
Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik-Nya itu ?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku ?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?
Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah
Kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka
Kusebut itu sebagai panggilan apa saja untuk melukiskan kalau itu adalah derita
Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku
Aku ingin lebih banyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak popularitas, dan
kutolak sakit,
kutolak kemiskinan,
seolah semua “derita” adalah hukuman bagiku
Seolah keadilan dan kasih-Nya harus berjalan seperti matematika:
Aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan nikmat dunia kerap menghampiriku.
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan kekasih
Kuminta Dia membalas “perlakuan baikku”,
Dan menolak keputusan-Nya yang tak sesuai keinginanku
Gusti,
Padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanya untuk beribadah.
“Ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja”
(Puisi terakhir Rendra yang dituliskannya diatas ranjang RS sesaat sebelum wafat)
MUTU DAN KESEJAHTERAAN, MANA YANG LEBIH DULU?
Menyoal mutu dengan kesejahteraan, sama saja berdebat tentang telur dan ayam. Tidak ada teori yang bisa membenarkan mana yang lebih dulu. Tidak selalu sebuah kesejahteraan berbanding lurus dengan peningkatan mutu. Atau sebaliknya. Contoh nyata dari analogi ini adalah kasus yang sedang ramai dibicarakan orang -Kang Gayus Tambunan.
Pembaca yang budiman, saya tidak bisa membayangkan memiliki uang sebanyak 25 M. Menghitung nolnya saja saya bingung. Apalagi menghitung Continue reading
INDONESIA BERTOBAT: SERUAN MORAL UNTUK PETINGGI NEGERI
BATU-SURYA- Merasa kampanye lingkungan melalui penanaman pohon bersama dengan warga bahkan pejabat Pemkot Kota Batu, terabaikan. LSM Merah Putih Indonesia (MPI) mencoba cara berbeda. Mereka menggelar pertunjukan wayang kulit dengan lakon Petruk Bertobat serta doa bersama anak yatim piatu dan janda tua se-Kota Batu.
“Tak ada orang peting apalagi pejabat Pemkot Batu yang kami undang secara khusus. Karena ini adalah doa pertobatan rakyat Batu, yang meminta permohonan kepada Tuhan agar bencana tidak lagi terjadi dan para pejabat kami diberi pencerahan untuk bertaubat,” ujar Syaifuddin Zuhri, koordinator LSM MPI Batu, Minggu (7/3).
Meskipun berbeda dengan kampanye kebanyakan lingkungan lainnya yang pernah ada, namun Gus Udin (demikian Syaifuddin biasa dipanggil), percaya cara ini dapat menyadarkan masyarakat Batu akan bencana yang terjadi. Pergelaran wayang kulit Petruk Bertobat dapat menjadi media yang lebih mudah dicerna masyarakat Batu dibandingkan sosialisasi formal yang kebanyakan hanya membahas kulit, bukan inti persoalan. Continue reading
maafkan aku anakku
Dampak Sistemik Gagasan Mukjizat * Oleh Novriantoni Kahar
Ada juga yang mengatakan bahwa Alqur’an adalah mukjizat terbesar dengan niatan untuk tidak menafikan mukjizat-mukjizat kecil yang mengiringi sejarah Muhammad. Namun dalam perkembangan sejarah Islam, mukjizat besar itu terbukti kurang fungsional dalam menghadapi tantangan-tantangan baru Islam setelah merantau ke kawasan yang makin meluas (Islam futûhât). Islam perdana yang didominasi elemen Arab kini semakin beragam dan berhadapan dengan Islam perantauan, Islam peranakan, bahkan Islam non-Arab (`ajam). Continue reading

