<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title></title>
	<atom:link href="http://dindinonline.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dindinonline.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 13 Oct 2011 07:44:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='dindinonline.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title></title>
		<link>http://dindinonline.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://dindinonline.wordpress.com/osd.xml" title="" />
	<atom:link rel='hub' href='http://dindinonline.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>ANAK LANANG : KERINDUAN DAN HARAPAN</title>
		<link>http://dindinonline.wordpress.com/2011/10/08/anak-lanang-kerinduan-dan-harapan/</link>
		<comments>http://dindinonline.wordpress.com/2011/10/08/anak-lanang-kerinduan-dan-harapan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Oct 2011 03:56:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dindinonline</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dindinonline.wordpress.com/?p=277</guid>
		<description><![CDATA[“Wah. Selamat Din.  Anakmu lanang. Lha dijenengi sapa? “ seorang kawan bertanya penuh antusias   begitu tahu anak keduaku lahir laki-laki. Sejurus aku terdiam. Bukan saja kaget dengan pertanyaanya, tetapi memang sampai hari kelima belas kelahirannya aku belum  menemukan nama yang &#8230; <a href="http://dindinonline.wordpress.com/2011/10/08/anak-lanang-kerinduan-dan-harapan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dindinonline.wordpress.com&amp;blog=2255072&amp;post=277&amp;subd=dindinonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em><a href="http://dindinonline.files.wordpress.com/2011/10/kenzi.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-285" title="kenzi" src="http://dindinonline.files.wordpress.com/2011/10/kenzi.jpg?w=300&#038;h=203" alt="" width="300" height="203" /></a>“</em></strong><em>Wah. Selamat Din.  Anakmu lanang. Lha dijenengi sapa? </em>“ seorang kawan bertanya penuh antusias   begitu tahu anak keduaku lahir laki-laki. Sejurus aku terdiam. Bukan saja kaget dengan pertanyaanya, tetapi memang sampai hari kelima belas kelahirannya aku belum  menemukan nama yang cocok  untuknya.</p>
<p>“ Aha… nantilah nunggu selapanan” jawabku.</p>
<p>“ Lhadalah. Sampeyan   <em>kaya</em> orang dulu saja. Memberi nama  kok menunggu selapanan. Seharusnya waktu   dalam kandungan  Sampeyan sudah mempersiapkan nama untuknya. Tidak usah nunggu lahir. Apalagi <em>sampe</em> selapanan. Aneh” dia sedikit mengguman.</p>
<p>Bagi seorang pria, memiliki anak laki-laki tentu saja    sebuah kebanggaan, karena konon <span id="more-277"></span>anak lelakilah yang akan meneruskan <em>klan</em> keturunannya. Dan diakui atau tidak banyak pasangan  yang merasa belum  sempurna hidupnya  jikalau belum mendaptkan  anak laki-laki. Bahkan Sri Sultan Hamengkubuwono ke-X  baru <em>sumeleh</em> dan mengurungkan niatanya memiliki anak lagi, setelah anak kelimanya juga terlahir perempuan.</p>
<p>Nama, jeneng, atau peparab menjadi titik awal paling penting dalam kehidupan seseorang. Presiden pertama kita-Sukarno- memiliki nama kecil Kusno. Konon karena Kusno selalu penyakitan, sang ayah menilai namanya tidak cocok. Dia harus diberi nama lain agar bagas waras. Begitulah akhirnya Kusno berganti nama menjadi Sukarno. “Awalan su pada kebanyakan nama berarti baik, paling baik. Jadi Sukarno pahlawan yang baik” ujar Bung Karno kepada Cindy Adams (Gunawan Budi Susanto, 2005).</p>
<p>Perubahan kedudukan dalam pekerjaan sebagai cermin mobilitas vertikal juga diikuti berubahan nama. Paiman menjadi Sastrowongso ketika diangkat menjadi juru tulis pabrik Tulungan, Sidoarjo, Jawa Timur. Ketika naik pangkat lagi menjadi juru bayar, dia mengubah nama menjadi Sastro Kassier (Pramodya Ananta Toer, 1981).</p>
<p>Kawan saya Mulyana, begitu <em>merasa</em> menjadi seniman ia  menambahkan  Sendang untuk lebih mempopulerkan namanya, maka jadilah ia penyair bergelar Sendang Mulyana. Simak juga nama-nama seperti Virgiawan Listiyanto (Iwan Fals), Sudarmaji (Doyok), Sudarmanto (Darmanto Jatman), Triyanto (Triyanto Triwikromo), Abdul Jaffrar (Ebiet G Ade) dan mungkin Anda juga telah melakukannya hanya belum saya tulis.</p>
<p>Dan sampai hari ketigapuluh menjelang <em>pethethan</em>, saya juga belum <em>waleh </em>kepada orang-orang siapa sebenarnya nama jabang bayi. Sejatinya  saya sudah madhep  mantep dengan satu nama, tetapi saya tidak yakin dengan nama itu. Takut dikira terlalu  <em>american taste, japan taste</em>, atau <em>kurang njawani</em>.     Nasehat  orang-orang pintar,   nama yang baik adalah nama yang  berbau arab. Padahal keinginan saya nanti, dia bisa bebas melanglang buana ke seantero jagad raya. Konon jika memakai nama arab akan mendapatkan kesulitan   memasuki negara-negara Eropa apalagi Amerika. Sering dicurigai sebagai teroris !!</p>
<p><em>Bapak-bapak. Terima kasih telah hadir di rumah saya. Mohon maaf kalau berdesak-desakan. Maksud saya mengundang Bapak-Bapak, tidak lain dan tidak bukan adalah untuk memohon kerelaan Bapak-bapak  mendoakan saya dan keluarga, terutama jabang bayi  menjadi anak yang saleh, selalu bagas waras, bekti marang wong tuwo, berguna bagi bangsa dan alam semesta. Dan amini doa saya, semoga kelak menjadi pemimpin yang bijaksana, lebih dalam melihat, dan pemberani. Seperti namanya <strong>Kenzi Kirlian Nadhif</strong> .</em></p>
<p>Terucap juga nama itu di hadapan limapuluhan tetangga dan kawan dekat yang saya undang untuk menghadiri majlis barzanji malam tadi.<em><br />
</em></p>
<p><em>“Lha basa pundi niku Pak Didin</em>” sahut seorang warga</p>
<p>“<em>Campur bawur Sedulur. Sing penting wes dijenengi. Ra diundang Gog!”</em> jawab saya diiringi gelak tawa yang hadir. Alhamdulillah nang, akhirnya kau telah lahir dan  kuberi nama. Rinduku padamu telah terpendam hampir enam tahun Nak.</p>
<p>Ngijo, 4 Oktober 2011</p>
<p>Catatan:</p>
<p>waleh : mengaku dengan jujur</p>
<p>pethetan : upacara pemberian nama dengan memotong rambut jabang bayi biasanya  diringi pembacaan manakib dan barzanji</p>
<p>Gog  : jawaban terhadap pertanyaan seseorang yang tidak jelas kepada siapa pertanyaan itu dilontarkan, biasanya diucapkan sebagai ujud kejengkelan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dindinonline.wordpress.com/277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dindinonline.wordpress.com/277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dindinonline.wordpress.com/277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dindinonline.wordpress.com/277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dindinonline.wordpress.com/277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dindinonline.wordpress.com/277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dindinonline.wordpress.com/277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dindinonline.wordpress.com/277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dindinonline.wordpress.com/277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dindinonline.wordpress.com/277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dindinonline.wordpress.com/277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dindinonline.wordpress.com/277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dindinonline.wordpress.com/277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dindinonline.wordpress.com/277/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dindinonline.wordpress.com&amp;blog=2255072&amp;post=277&amp;subd=dindinonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dindinonline.wordpress.com/2011/10/08/anak-lanang-kerinduan-dan-harapan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ff82a8d4df99e54d730c04a5e3ebfeac?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dindin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dindinonline.files.wordpress.com/2011/10/kenzi.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">kenzi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kerelaan Memahami Diri dan Orang Lain</title>
		<link>http://dindinonline.wordpress.com/2011/08/10/kerelaan-memahami-diri-dan-orang-lain/</link>
		<comments>http://dindinonline.wordpress.com/2011/08/10/kerelaan-memahami-diri-dan-orang-lain/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Aug 2011 04:13:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dindinonline</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dindinonline.wordpress.com/?p=270</guid>
		<description><![CDATA[Jonroni-kawan akrab saya  bercerita  tentang seringnya ia harus berkorban kerelaan. &#8220;Maksud lo Jon?&#8221; saya mulai tertarik dengan ceritanya kerna hal yang sama juga sering menimpa saya. Setelah sekian lama  mengalami banyak   kejadian, saya berksimpulan  bahwa orang lain sering bersikap tidak &#8230; <a href="http://dindinonline.wordpress.com/2011/08/10/kerelaan-memahami-diri-dan-orang-lain/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dindinonline.wordpress.com&amp;blog=2255072&amp;post=270&amp;subd=dindinonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://dindinonline.files.wordpress.com/2011/08/bertengkar_medium.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-273" title="Bertengkar_medium" src="http://dindinonline.files.wordpress.com/2011/08/bertengkar_medium.jpg?w=200&#038;h=151" alt="" width="200" height="151" /></a>Jonroni-kawan akrab saya  bercerita  tentang seringnya ia harus berkorban kerelaan. &#8220;Maksud lo Jon?&#8221; saya mulai tertarik dengan ceritanya kerna hal yang sama juga sering menimpa saya.</p>
<p>Setelah sekian lama  mengalami banyak   kejadian, saya berksimpulan  bahwa orang lain sering bersikap tidak adil terhadap  saya. Ketika mereka tidak ada-dengan alasan apapun-saya bisa, sekali lagi  bisa memahami ketiadaan mereka. Kerna saya sadar, orang perlu wilayah pribadi-baik guna urusan yang tidak penting sampai yang sangat penting.</p>
<p>Tetapi giliran saya tidak ada, hampir semua orang menganggap saya tidak pantas melakukan hal  itu. Kekanak-kanakan. Disangka tak  loyal. Dan seribu caci makian menghantam ketiadaan saya. Padahal ketiadaan saya pun memiliki  alasan  yang   masuk akal dan  bisa dipertanggungjawabkan. Hanya saja saya tidak mau mengemis-ngemis agar orang bisa memahami alasan itu.  Mungkin itulah  kelemahan saya.</p>
<p>Lepas dari kelemahan  itu, sungguh, saya marah. Berkecamuk seribu dendam di dalam dada. Mengapa orang-orang<span id="more-270"></span> tidak berkaca pada dirinya. Bahwa apa yang dia lakukan dengan ketiadaannya  bisa merepotkan  dan memberi tambahan pekerjaan bagi orang lain?&#8221; sepertinya Jonroni tercekat dan menghentikan ceritanya.</p>
<p>Sungguh menarik benar  cerita kawan saya ini. &#8220;Sabar Jon. Menurut cerita temen saya satunya, orang ternyata punya katuranggan masing-masing.  Artinya bisa saja sampean  tergolong  orang yang memang bisa  disalah-salahkan, dipojokkan, lebih extrem lagi dianiaya. Hahahaha&#8221; saya mencoba memaparkan sebuah  teori.</p>
<p>&#8220;Lhadalah sampean malah ngece saya&#8221; sergahnya.</p>
<p>&#8220;Lho ini fakta hidup Jon!  Mereka akan mengulang perlakuan penyiksaan itu, karena sampeyan diam ketika diperlakukan demikian. Coba sampean lawan. Jangan diam saja. Sampean juga kan punya batas kesabaran harusnya. Saya yakin mereka pasti juga sering melakukan &#8220;reses&#8221; kaya sampean. Bahkan intensitasnya bisa lebih sering, dan dengan alasan yang tidak jelas pula. Tapi karena mereka punya ketahanan diri yang bagus. So…Aman. Sudahlah terima saja nasib sampean. Badai pasti berlalu.Hidup akan kembali normal&#8221; saya mencoba memberi nasehat.</p>
<p>&#8220;Normal gundulmu&#8221; kawan saya pergi dengan seribu dendam yang masih berkecamuk di dadanya. Ah ternyata butuh kerelaan memahami diri dan orang lain.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dindinonline.wordpress.com/270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dindinonline.wordpress.com/270/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dindinonline.wordpress.com/270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dindinonline.wordpress.com/270/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dindinonline.wordpress.com/270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dindinonline.wordpress.com/270/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dindinonline.wordpress.com/270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dindinonline.wordpress.com/270/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dindinonline.wordpress.com/270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dindinonline.wordpress.com/270/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dindinonline.wordpress.com/270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dindinonline.wordpress.com/270/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dindinonline.wordpress.com/270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dindinonline.wordpress.com/270/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dindinonline.wordpress.com&amp;blog=2255072&amp;post=270&amp;subd=dindinonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dindinonline.wordpress.com/2011/08/10/kerelaan-memahami-diri-dan-orang-lain/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ff82a8d4df99e54d730c04a5e3ebfeac?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dindin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dindinonline.files.wordpress.com/2011/08/bertengkar_medium.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Bertengkar_medium</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pelan-pelan Aku Membunuh Ayahku</title>
		<link>http://dindinonline.wordpress.com/2011/02/17/pelan-pelan-aku-membunuh-ayahku/</link>
		<comments>http://dindinonline.wordpress.com/2011/02/17/pelan-pelan-aku-membunuh-ayahku/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Feb 2011 00:25:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dindinonline</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dindinonline.wordpress.com/?p=256</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dindinonline.wordpress.com&amp;blog=2255072&amp;post=256&amp;subd=dindinonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dindinonline.wordpress.com&amp;blog=2255072&amp;post=256&amp;subd=dindinonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dindinonline.wordpress.com/2011/02/17/pelan-pelan-aku-membunuh-ayahku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ff82a8d4df99e54d730c04a5e3ebfeac?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dindin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Awas, Mengabaikan Cuti Tahunan Bisa Sebabkan Kematian</title>
		<link>http://dindinonline.wordpress.com/2010/09/29/awas-mengabaikan-cuti-tahunan-bisa-sebabkan-kematian/</link>
		<comments>http://dindinonline.wordpress.com/2010/09/29/awas-mengabaikan-cuti-tahunan-bisa-sebabkan-kematian/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Sep 2010 11:44:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dindinonline</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dindinonline.wordpress.com/?p=249</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah penyakit terbaru ditemukan dalam dunia pengetahuan. Penyakit ini disebut &#8216;sindrom kekurangan liburan&#8217; dan mempengaruhi mereka yang sering mengabaikan cuti tahunan. Seperti yang dikutip dari geniusbeauty, mengabaikan cuti tahunan dapat meningkatkan risiko kematian dini. Tidak tangung-tanggung, risiko kematian bisa meningkat &#8230; <a href="http://dindinonline.wordpress.com/2010/09/29/awas-mengabaikan-cuti-tahunan-bisa-sebabkan-kematian/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dindinonline.wordpress.com&amp;blog=2255072&amp;post=249&amp;subd=dindinonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://dindinonline.files.wordpress.com/2010/09/images.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-252" title="images" src="http://dindinonline.files.wordpress.com/2010/09/images.jpeg?w=244&#038;h=188" alt="" width="244" height="188" /></a>Sebuah penyakit terbaru ditemukan dalam dunia pengetahuan. Penyakit ini disebut &#8216;sindrom kekurangan liburan&#8217; dan mempengaruhi mereka yang sering mengabaikan cuti tahunan.  Seperti yang dikutip dari geniusbeauty, mengabaikan cuti tahunan dapat meningkatkan risiko kematian dini. Tidak tangung-tanggung, risiko kematian bisa meningkat hingga 20%.  Sebuah penelitian yang melibatkan ribuan orang Amerika yang bekerja menunjukkan bahwa, mereka yang melewatkan liburan tiap tahunnya selama lebih dari dua tahun berturut-turut, mengalami kemerosotan kesehatan dengan cepat. Selain itu, mereka yang jarang liburan juga lebih banyak mengeluh dan meningkatnya risiko serangan jantung serta tekanan darah.  Beberapa pakar kesehatan menekankan bahwa orang yang mengalami sindrom kekurangan liburan akan mendapatkan cidera parah pada saraf bahkan stroke.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dindinonline.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dindinonline.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dindinonline.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dindinonline.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dindinonline.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dindinonline.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dindinonline.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dindinonline.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dindinonline.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dindinonline.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dindinonline.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dindinonline.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dindinonline.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dindinonline.wordpress.com/249/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dindinonline.wordpress.com&amp;blog=2255072&amp;post=249&amp;subd=dindinonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dindinonline.wordpress.com/2010/09/29/awas-mengabaikan-cuti-tahunan-bisa-sebabkan-kematian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ff82a8d4df99e54d730c04a5e3ebfeac?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dindin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dindinonline.files.wordpress.com/2010/09/images.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">images</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PUISI TERKAHIR SI BURUNG MERAK</title>
		<link>http://dindinonline.wordpress.com/2010/06/30/puisi-terkahir/</link>
		<comments>http://dindinonline.wordpress.com/2010/06/30/puisi-terkahir/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Jun 2010 11:29:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dindinonline</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dindinonline.wordpress.com/?p=241</guid>
		<description><![CDATA[Seringkali aku berkata, Ketika semua orang memuji milikku Bahwa sesungguhnya ini hanyalah titipan Bahwa mobilku hanyalah titipan-Nya Bahwa rumahku hanyalah titipan-Nya Bahwa hartaku hanyalah titipan-Nya Bahwa putraku hanyalah titipan-Nya Tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya: Mengapa Dia menitipkan padaku ? &#8230; <a href="http://dindinonline.wordpress.com/2010/06/30/puisi-terkahir/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dindinonline.wordpress.com&amp;blog=2255072&amp;post=241&amp;subd=dindinonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://dindinonline.files.wordpress.com/2010/06/w-s_rendra_015.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-242" title="w-s_rendra_015" src="http://dindinonline.files.wordpress.com/2010/06/w-s_rendra_015.jpg?w=199&#038;h=300" alt="" width="199" height="300" /></a>Seringkali aku berkata,<br />
Ketika semua orang memuji milikku</p>
<p>Bahwa sesungguhnya ini hanyalah titipan<br />
Bahwa mobilku hanyalah titipan-Nya<br />
Bahwa rumahku hanyalah titipan-Nya<br />
Bahwa hartaku hanyalah titipan-Nya<br />
Bahwa putraku hanyalah titipan-Nya</p>
<p>Tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya:<br />
Mengapa Dia menitipkan padaku ?<br />
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku ?<br />
Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik-Nya itu ?<br />
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku ?</p>
<p>Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?<br />
Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah<br />
Kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka<br />
Kusebut itu sebagai panggilan apa saja untuk melukiskan kalau itu adalah derita<br />
Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku</p>
<p>Aku ingin lebih banyak harta,<br />
ingin lebih banyak mobil,<br />
lebih banyak popularitas, dan<br />
kutolak sakit,<br />
kutolak kemiskinan,<br />
seolah semua &#8220;derita&#8221; adalah hukuman bagiku</p>
<p>Seolah keadilan dan kasih-Nya harus berjalan seperti matematika:<br />
Aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan nikmat dunia kerap menghampiriku.</p>
<p>Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan kekasih<br />
Kuminta Dia membalas &#8220;perlakuan baikku&#8221;,<br />
Dan menolak keputusan-Nya yang tak sesuai keinginanku</p>
<p>Gusti,<br />
Padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanya untuk beribadah.</p>
<p>&#8220;Ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja&#8221;</p>
<p>(Puisi terakhir Rendra yang dituliskannya diatas ranjang RS sesaat sebelum wafat)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dindinonline.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dindinonline.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dindinonline.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dindinonline.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dindinonline.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dindinonline.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dindinonline.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dindinonline.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dindinonline.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dindinonline.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dindinonline.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dindinonline.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dindinonline.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dindinonline.wordpress.com/241/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dindinonline.wordpress.com&amp;blog=2255072&amp;post=241&amp;subd=dindinonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dindinonline.wordpress.com/2010/06/30/puisi-terkahir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ff82a8d4df99e54d730c04a5e3ebfeac?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dindin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dindinonline.files.wordpress.com/2010/06/w-s_rendra_015.jpg?w=199" medium="image">
			<media:title type="html">w-s_rendra_015</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MUTU DAN KESEJAHTERAAN, MANA YANG LEBIH DULU?</title>
		<link>http://dindinonline.wordpress.com/2010/04/16/mutu-dan-kesejahteraan-mana-yang-lebih-dulu/</link>
		<comments>http://dindinonline.wordpress.com/2010/04/16/mutu-dan-kesejahteraan-mana-yang-lebih-dulu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Apr 2010 06:56:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dindinonline</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dindinonline.wordpress.com/?p=222</guid>
		<description><![CDATA[Menyoal mutu dengan kesejahteraan, sama saja berdebat tentang telur dan ayam. Tidak ada  teori yang bisa membenarkan mana yang lebih dulu. Tidak selalu sebuah kesejahteraan berbanding lurus dengan peningkatan mutu. Atau sebaliknya. Contoh nyata dari analogi ini adalah kasus yang sedang &#8230; <a href="http://dindinonline.wordpress.com/2010/04/16/mutu-dan-kesejahteraan-mana-yang-lebih-dulu/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dindinonline.wordpress.com&amp;blog=2255072&amp;post=222&amp;subd=dindinonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://dindinonline.files.wordpress.com/2010/04/seminar2.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-228" title="seminar" src="http://dindinonline.files.wordpress.com/2010/04/seminar2.jpg?w=300&#038;h=175" alt="" width="300" height="175" /></a>Menyoal mutu dengan kesejahteraan, sama saja berdebat tentang telur dan ayam. Tidak ada  teori yang bisa membenarkan mana yang lebih dulu. Tidak selalu sebuah kesejahteraan berbanding lurus dengan peningkatan mutu. Atau sebaliknya. Contoh nyata dari analogi ini adalah kasus yang sedang ramai dibicarakan orang -Kang Gayus Tambunan.</p>
<p>Pembaca yang budiman, saya tidak bisa membayangkan memiliki uang sebanyak 25 M. Menghitung nolnya saja saya bingung. Apalagi menghitung<span id="more-222"></span> lembaran-lembarannya. Saya pernah menghitung kekayaan yang saya miliki: mulai rumah, kendaraan, dan perabot yang ada didalamnya, ternyata tidak lebih dari Rp 150 juta. Padahal saya sudah bekerja hampir sepuluh tahun. Bahkan mungkin banyak di antara pembaca (maaf) yang tidak lebih kaya dari saya padahal sudah lebih lama bekerja. Bandingkan dengan Kang Gayus. Uangnya, rumahnya, mobilnya .. Stop&#8230; stop ndak usah membandingkan nanti malah lara ati (sakit hati).</p>
<p>Gusti Allah negeri macam apa ini&#8230; Lihatlah berapa uang yang didapat kawan-kawan kita yang berprofesi sebagai kuli bangunan, penarik becak, pedagang asongan, petani, atau nelayan. Dalam sehari, sebulan atau setahun berapa banyak uang yang mereka kumpulkan. Jika pun mereka telah bekerja begitu keras sampai bepeluh keringat darah sekalipun tak akan mungkin mengantongi uang 25 M. Akan tetapi lihatlah teman kita di bagian lain yang kerjanya hanya ongkang-ongkang, duduk manis, tanpa kerja keras bisa meraup uang milyaran dengan begitu gampang.</p>
<p>Yang lebih menyakitkan lagi, ternyata  praktik-praktik macam Gayus sudah jamak dilakukan oleh pegawai pajak di negeri ini. Itu artiya, banyak Gayus lain yang masih berkeliaran dan  belum tertangkap di luar sana. Masya Allah &#8230; Padahal para pegawai pajak dan keuangan katanya telah menerima remunerasi (mendapat uang  jasa dan imbalan) di luar gajinya. Konon untuk eselon 1 mendapat tunjangan 50 jt per bulan sedangankan untuk golongan 1A (tukang sapu) mendapat tunjangan minimal 1,7 juta/bulan. Ckckckck&#8230; Jika demikian, apa remunerasi yang dicanangkan Menkeu bisa menjamin mutu dan kerja  para pegawai di Depkeu? Weleh2&#8230; sampean yang tahu jawabnya. Benar kata teman saya, negeri ini memang harus diamputasi. Apanya? Ya pemerintahannya, pegawai negerinya, ya mungkin juga rakyatnya kaya sampean dan saya ini.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dindinonline.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dindinonline.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dindinonline.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dindinonline.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dindinonline.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dindinonline.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dindinonline.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dindinonline.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dindinonline.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dindinonline.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dindinonline.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dindinonline.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dindinonline.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dindinonline.wordpress.com/222/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dindinonline.wordpress.com&amp;blog=2255072&amp;post=222&amp;subd=dindinonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dindinonline.wordpress.com/2010/04/16/mutu-dan-kesejahteraan-mana-yang-lebih-dulu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ff82a8d4df99e54d730c04a5e3ebfeac?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dindin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dindinonline.files.wordpress.com/2010/04/seminar2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">seminar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>INDONESIA BERTOBAT: SERUAN MORAL UNTUK PETINGGI NEGERI</title>
		<link>http://dindinonline.wordpress.com/2010/03/19/219/</link>
		<comments>http://dindinonline.wordpress.com/2010/03/19/219/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Mar 2010 03:40:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dindinonline</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dindinonline.wordpress.com/2010/03/19/219/</guid>
		<description><![CDATA[BATU-SURYA- Merasa kampanye lingkungan melalui penanaman pohon bersama dengan warga bahkan pejabat Pemkot Kota Batu, terabaikan. LSM Merah Putih Indonesia (MPI) mencoba cara berbeda. Mereka menggelar pertunjukan wayang kulit dengan lakon Petruk Bertobat serta doa bersama anak yatim piatu dan &#8230; <a href="http://dindinonline.wordpress.com/2010/03/19/219/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dindinonline.wordpress.com&amp;blog=2255072&amp;post=219&amp;subd=dindinonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://dindinonline.files.wordpress.com/2010/03/img_08131.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-218" title="IMG_0813" src="http://dindinonline.files.wordpress.com/2010/03/img_08131.jpg?w=200&#038;h=300" alt="" width="200" height="300" /></a>BATU-SURYA- Merasa kampanye lingkungan melalui penanaman pohon bersama dengan warga bahkan pejabat Pemkot Kota Batu, terabaikan. LSM Merah Putih Indonesia (MPI) mencoba cara berbeda. Mereka menggelar pertunjukan wayang kulit dengan lakon Petruk Bertobat serta doa bersama anak yatim piatu dan janda tua se-Kota Batu.</p>
<p>“Tak ada orang peting apalagi pejabat Pemkot Batu yang kami undang secara khusus. Karena ini adalah doa pertobatan rakyat Batu, yang meminta permohonan kepada Tuhan agar bencana tidak lagi terjadi dan para pejabat kami diberi pencerahan untuk bertaubat,” ujar Syaifuddin Zuhri, koordinator LSM MPI Batu, Minggu (7/3).</p>
<p>Meskipun berbeda dengan kampanye kebanyakan lingkungan lainnya yang pernah ada, namun Gus Udin (demikian Syaifuddin biasa dipanggil), percaya cara ini dapat menyadarkan masyarakat Batu akan bencana yang terjadi. Pergelaran wayang kulit Petruk Bertobat dapat menjadi media yang lebih mudah dicerna masyarakat Batu dibandingkan sosialisasi formal yang kebanyakan hanya membahas kulit, bukan inti persoalan.<span id="more-219"></span></p>
<p>Guyonan dalang Ki H Asnuri, dari Jogjakarta pun mampu menjadikan pemahaman tentang lingkungan menjadi lebih mudah, karena bahasa yang digunakan pun lebih sederhana. “Jadi ini lebih menghibur tetapi syarat akan pesan lingkungan. Ditengah acara kami juga mengajak warga yang datang dan para anak yatim dan janda tua yang kami undang untuk berdoa, meminta pertaubatan,” katanya.</p>
<p>Doa pertaubatan itu dilakukan bukan tanpa alasan, tetapi karena LSM MPI sudah gerah dengan banyaknya penggundulan hutan di Batu tanpa ada penghijauan kembali. Hanya dengan alasan perut, dengan mudahnya warga bahkan Pemkot sendiri melegalkan pengembangan lahan pertanian ke arah hutan yang seharusnya dilestarikan. “Kami yakin sebentar lagi akan dataang bencana yang lebih besar. Sementara tangan kecil kami belum bisa memperbaiki semua lingkungan yang terlanjur rusak. Maka cara yang masih tersisa saat ini adalah dengan bertaubat dan memohon ampun,” jelasnya.</p>
<p>Penggiat lingkungan ini menjelaskan, degradasi moral para pemimpin dengan berbagai kasus nasional hinggal lokal Batu membuat perpecahan di kalangan masyarakat terjadi lebih cepat. Akibatnya kebijakan yang diambil para penguasa tak lagi arif dan hanya demi kepentingan golongan dan proyek mereka saja. “Lihat saja di Batu sekarang semua lahan hijau hampir berubah menjadi beton. Kalau bukan kami rakyatnya yang sadar, siapa lagi,” tandas Gus Udin.<br />
Perhelatan ini merupakan hasil kerja apik Komunitas Merah Putih, Sekolah Nasima, Aremania, dan Jamaah Dzikir KH Asnuri Bantul Yogyakarta.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dindinonline.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dindinonline.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dindinonline.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dindinonline.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dindinonline.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dindinonline.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dindinonline.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dindinonline.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dindinonline.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dindinonline.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dindinonline.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dindinonline.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dindinonline.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dindinonline.wordpress.com/219/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dindinonline.wordpress.com&amp;blog=2255072&amp;post=219&amp;subd=dindinonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dindinonline.wordpress.com/2010/03/19/219/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
<enclosure url="" length="" type="" />
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ff82a8d4df99e54d730c04a5e3ebfeac?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dindin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dindinonline.files.wordpress.com/2010/03/img_08131.jpg?w=200" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_0813</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>maafkan aku anakku</title>
		<link>http://dindinonline.wordpress.com/2010/02/10/maafkan-aku-anakku/</link>
		<comments>http://dindinonline.wordpress.com/2010/02/10/maafkan-aku-anakku/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Feb 2010 13:25:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dindinonline</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dindinonline.wordpress.com/?p=212</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dindinonline.wordpress.com&amp;blog=2255072&amp;post=212&amp;subd=dindinonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://dindinonline.files.wordpress.com/2010/02/foto018.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-215" title="Foto018" src="http://dindinonline.files.wordpress.com/2010/02/foto018.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dindinonline.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dindinonline.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dindinonline.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dindinonline.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dindinonline.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dindinonline.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dindinonline.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dindinonline.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dindinonline.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dindinonline.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dindinonline.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dindinonline.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dindinonline.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dindinonline.wordpress.com/212/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dindinonline.wordpress.com&amp;blog=2255072&amp;post=212&amp;subd=dindinonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dindinonline.wordpress.com/2010/02/10/maafkan-aku-anakku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
<enclosure url="" length="" type="" />
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ff82a8d4df99e54d730c04a5e3ebfeac?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dindin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dindinonline.files.wordpress.com/2010/02/foto018.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Foto018</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dampak Sistemik Gagasan Mukjizat * Oleh Novriantoni Kahar</title>
		<link>http://dindinonline.wordpress.com/2010/02/08/dampak-sistemik-gagasan-mukjizat-oleh-novriantoni-kahar/</link>
		<comments>http://dindinonline.wordpress.com/2010/02/08/dampak-sistemik-gagasan-mukjizat-oleh-novriantoni-kahar/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 01:24:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dindinonline</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dindinonline.wordpress.com/?p=210</guid>
		<description><![CDATA[Ada juga yang mengatakan bahwa Alqur’an adalah mukjizat terbesar dengan niatan untuk tidak menafikan mukjizat-mukjizat kecil yang mengiringi sejarah Muhammad. Namun dalam perkembangan sejarah Islam, mukjizat besar itu terbukti kurang fungsional dalam menghadapi tantangan-tantangan baru Islam setelah merantau ke kawasan &#8230; <a href="http://dindinonline.wordpress.com/2010/02/08/dampak-sistemik-gagasan-mukjizat-oleh-novriantoni-kahar/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dindinonline.wordpress.com&amp;blog=2255072&amp;post=210&amp;subd=dindinonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>A<em>da juga yang mengatakan bahwa Alqur’an adalah mukjizat terbesar dengan niatan untuk tidak menafikan mukjizat-mukjizat kecil yang mengiringi sejarah Muhammad. Namun dalam perkembangan sejarah Islam, mukjizat besar itu terbukti kurang fungsional dalam menghadapi tantangan-tantangan baru Islam setelah merantau ke kawasan yang makin meluas (Islam futûhât). Islam perdana yang didominasi elemen Arab kini semakin beragam dan berhadapan dengan Islam perantauan, Islam peranakan, bahkan Islam non-Arab (`ajam). </em> <span id="more-210"></span><br />
Pemikiran tentang mukjizat bukanlah produk Islam perdana. Ia bukan pula gagasan yang Quranik. Gagasan ini merupakan produk perkembangan Islam yang semakin meluas dan mulai menghadapi tantangan-tantangan baru. Di era para sahabat Nabi di Mekah maupun Madinah, fantasi tentang hal-hal irasional tentang Muhammad dapat dikatakan sangat minimal. Alquran banyak sekali mengabarkan tentang mukjizat-mukjizat kasat mata nabi-nabi terdahulu. Namun tak ada ayat apapun yang mengatakan bahwa Muhammad punya keistimewaan khusus sebagaimana para pendahulunya. Bahkan sering ditegaskan pula oleh Quran, bahwa beliau adalah manusia biasa yang tak lain hanya bertugas sebagai tukang ajak dan juru imbau (basyîr wa nadzîr).</p>
<p>Orang-orang skeptis, kaum retoris, maupun golongan kafir Mekah berkali-kali memancing atau menantang Muhammad untuk menunjukkan kesaktiannya (Alquran menggunakan kata âyat atau bukti), tapi tak sekalipun Muhammad meladeninya. Posisi sebagai utusan Tuhan yang minimal keajaiban ini acapkali ikut mengecilkan hati Muhammad. Namun Alquran selalu membantu Muhammad untuk berbalas-pantun dengan para penuntut bukti-bukti itu. Beberapa cara dianjurkan Qur’an kepada Muhammad untuk mengambil sikap yang tepat. Intinya tetap sama: jika berharap keajaiban-keajaiban, itu takkan Engkau dapatkan dari Muhammad. Muhammad adalah nabiyyun bilâ mu`jizah (nabi tanpa mukjizat). Bagaimana mungkin?</p>
<p>Pertama, seakan ingin memaparkan bukti sejarah, menghadirkan mukjizat tetap tak menolong banyak orang untuk makin percaya kepada risalah seseorang yang mengklaim diri sebagai utusan Allah. Telah enggan untuk percaya kaum Ad, Tsamud, Aikah, dan lain-lain. Inilah cara berargumen ala Qur’an yang disebut at-ta`lîl bi at-takzîb. Kedua, mukjizat yang ditunjukkan secara demostratif pun terkadang justru tampak sulit dibedakan dengan sihir. Bukankah Musa juga pernah dianggap tukang sihir? Jika Muhammad justru terpancing untuk menunjukkan kesaktiannya sebagaimana Musa, maka beliau justru dengan sukarela masuk ke dalam perangkap musuh-musuhnya. Toh pada akhirnya mereka tetap menuding itu tiada lain tenung belaka. Inilah yang disebut at-ta`lîl bi al-sihr.</p>
<p>Ketiga, menyibukkan diri dengan beban pembuktian yang fantastis itu justru menekan mental Muhammad untuk berputus asa. Di saat batas kesabaran seorang pejuang telah lewat, lalu ia tergoda mengutuk masyarakat yang ingin dibentuknya, pada detik itulah risalahnya berakhir. Inilah yang disebut dengan at-ta`lîl bi al-`azâb. Godaan untuk menghadirkan petaka kepada umat binaan bila kita mampu melakukan hal-hal yang fantastis akan sangat besar. Bila proses persuasi sudah berhenti, maka hancurlah bangunan doktrin yang ingin Muhammad tegakkan sendiri. Keempat, menjawab tanpa berkata-kata atau at’ta’lîl bi `adam al-`illah. Seakan ingin menghibur Muhammad, Qur’an justru mengingatkan: siapa pula yang menjamin bahwa setelah kau datangkan mukjizat sekonyong-konyong mereka yang belum beriman akan segera beriman dan yang ingkar berbondong-bondong untuk beriman? Bukankah hak preogratif Tuhan belaka untuk membuat seseorang beriman maupun ingkar? Jadi tak ada gunanya bersikap pamer dengan hal-hal yang fantastis.</p>
<p>Itulah penggalan pertama yang saya baca dari buku George Tharabisyi yang berjudul al-Mu`jizah aw Subât al-`Aql fi al-Islâm (Mukjizat atau Penyumbatan Akal dalam Islam?) terbitan Dar al-Saqi, Beirut (2008). Tapi itu bukan akhir cerita. Masih ada penggalan kedua.</p>
<p>Sudah standar dikatakan, bahwa agama Islam bukan sama sekali tanpa mukjizat. Satu-satunya mukjizat Islam yang dianggap paling agung adalah Alqur’an. Ada juga yang mengatakan bahwa Alqur’an adalah mukjizat terbesar dengan niatan untuk tidak menafikan mukjizat-mukjizat kecil yang mengiringi sejarah Muhammad. Namun dalam perkembangan sejarah Islam, mukjizat besar itu terbukti kurang fungsional dalam menghadapi tantangan-tantangan baru Islam setelah merantau ke kawasan yang makin meluas (Islam futûhât). Islam perdana yang didominasi elemen Arab kini semakin beragam dan berhadapan dengan Islam perantauan, Islam peranakan, bahkan Islam non-Arab (`ajam). Bagi orang Arab totok, tak sulit menikmati sihir Qur’an sehingga ia dianggap mahakarya yang menakjubkan. Tapi bagaimana dengan orang yang tidak begitu akrab dengan keindahan sastrawi dan maknawi dari Alquran? Dari sinilah cerita bermula.</p>
<p>Tharabisyi secara serius melakukan telaah terhadap berbagai literatur Islam seputar mukjizat Nabi Muhammad (adabiyyat al-mu`jizah). Ia menyimpulkan bahwa jumlah mukjizat yang tadinya minumum itu terus berkembang mengikuti hukum supply and demand. Semakin banyak permintaan muncul dari tantangan-tantangan terbaru umat Islam akan hal-hal yang irrasional, semakin banyak pula para pemasok menyediakan barang-barang dan perkakas penyangga yang dibutuhkan. Ia menunjukkan urutan-urutan kitab yang membuktikan terjadinya over-supply dalam soal mukjizat. Dalam kitab `Uyun al-‘Atsar, soal ini hanya dibahas tiga halaman saja. Namun dalam al-Sîrah al-Halabiyyah, halaman pembahasan memanjang sampai dua puluh lima. Angka ini terus meningkat sampai 235 halaman dalam al-Bidâyah wa al-Nihâyah karya Ibnu Katshir.</p>
<p>Ironisnya, seringkali pada bagian preambule kitab-kitab itu memuat cerita tentang betapa tak sukanya Muhammad akan mitos-mitos seputar dirinya. Namun pada halaman selanjutnya sang pengarang justru berpanjang-panjang membahas mukjizatnya. Dalam hitung-hitungan Tharabisyi, Nabi yang tanpa mukjizat ini pada perkembangannya menjadi Nabi dengan limpahan 3000 rupa-rupa mukjizat. Semua itu tidak sulit kita temukan dalam kitab-kitab babon Islam seperti yang ditulis Ibnu Hisyam, al-Mawardi, al-Bayhaqi, al-Qadhi Iyadh, Ibnu Katsir, al-Halabi dan al-Khushaibi.</p>
<p>Bagaimana menjelaskan pembengkakan dan penggelembungan angka-angka ini? Perluasan Islam menjadi faktor penjelas utama. Alquran memang diakui Muslim perdana sebagai mukjizat terbesar Islam. Tapi dengan meminjam ungkapan Ali bin Abi Thalib, Alquran adalah teks tertulis yang tiada bicara dengan sendirinya. Ia perlu dibaca dan dicerna. Membaca dan mencerna adalah praktek kalangan elit yang terbatas. Sementara untuk konsumsi populer, mukjizat non-wacana jauh lebih mudah dicerna dan diharapkan. Karena desakan kebutuhan populasi Islam, para propagandis Islam mulai berlomba-lomba menunjukkan berbagai hal fantastis seputar kenabian Muhammad. Ini juga diperlukan untuk berhadapan dengan dua kompetitor agama samawi sebelumnya (Yudaisme dan Kristen) yang memandang kurang afdalnya Nabi Islam yang punya kemampuan minimal dalam melakukan hal-hal yang melampaui hukum kebiasaan.</p>
<p>Akibatnya, terjadilah pembalikan paradigma pada struktur berpikir umat Islam. Alih-alih visi Islam perdana yang menentukan perkembangan Islam selanjutnya, justru struktur keagamaan Muslim-Muslim di kawasan penaklukan baru itulah yang memaksa Islam perdana untuk menyesuaikan diri. Lambat laun, gagasan Islam tanpa mukjizat kasat mata dianggap sebagai sebuah kelemahan, bukan kelebihan Islam vis a vis tantangan-tantangan baru. Meskipun sejak paruh kedua abad ke-2 H proyek pengukuhan Alquran sebagai satu-satunya mukjizat Islam telah digalakkan (taqnîn al-i`jaz al-qur’âni) oleh para intelektual Muslim semacam al-Jahidz, al-Wahsiti, al-Jurjani, al-Baqilani, al-Razi, al-Rammani, dan al-Zamalkany, namun upaya tersebut tidak banyak memenangkan hati kalangan awam Islam. Kaum awam Islam tetap mengharapkan bentuk-bentuk mukjizat yang tidak rumit dan tidak perlu proses penalaran.</p>
<p>Islam populer adalah Islam yang tidak dapat menangkap mukjizat kebahasaan yang mungkin dikandung Alquran. Kemolekan bahasa (al-balâghah) yang dikandung Alquran tidak pula dianggap sebagai pertanda eksklusif kenabian Muhammad, terutama di kalangan sastrawan Arab (hal. 171).</p>
<p>Dampak sistemik dari perkembangan literatur mukjizat ini bagi Tharabisyi sungguh sangat fatal. Sekalipun Islam yang membuat peradaban bukanlah Islam yang senantiasa berpikir tentang mukjizat, namun apa boleh buat; sistem berpikir umat Islam telah mengalami pembalikan yang sangat radikal. Alih-alih memandang keajaiban sebagai perkecualian dalam hukum berpikir, justru perkecualian-perkecualian itulah yang kini diadopsi sebagai kaidah berpikir. Sesuatu dianggap layak dianut karena ia disertai aspek-aspek yang membuat terperangah, menakjubkan, menyalahi akal sehat. Padahal, pesan inti Alquran tentang nihilnya mukjizat Muhammad adalah: bukan keajaiban-keajaiban itu sendiri yang membuat Engkau benar wahai Muhammad, tapi justru risalah yang Engkau bawalah yang semestinya menunjukkan keajaiban dengan sendirinya.</p>
<p>* Timbangan buku sebagai makalah pendamping diskusi bulanan JIL: “Menafsirkan Mukjizat dalam Agama-Agama”. Teater Utan Kayu, 28 Januari 2010.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dindinonline.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dindinonline.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dindinonline.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dindinonline.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dindinonline.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dindinonline.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dindinonline.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dindinonline.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dindinonline.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dindinonline.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dindinonline.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dindinonline.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dindinonline.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dindinonline.wordpress.com/210/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dindinonline.wordpress.com&amp;blog=2255072&amp;post=210&amp;subd=dindinonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dindinonline.wordpress.com/2010/02/08/dampak-sistemik-gagasan-mukjizat-oleh-novriantoni-kahar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
<enclosure url="" length="" type="" />
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ff82a8d4df99e54d730c04a5e3ebfeac?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dindin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Utopia Negeri yang Jujur</title>
		<link>http://dindinonline.wordpress.com/2009/10/28/utopia-negeri-yang-jujur/</link>
		<comments>http://dindinonline.wordpress.com/2009/10/28/utopia-negeri-yang-jujur/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 07:42:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dindinonline</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dindinonline.wordpress.com/?p=199</guid>
		<description><![CDATA[Kepada siapa lagi kita akan percaya. Kepada para penegak hukum negeri ; para birokrat, jaksa, polisi, hakim, atau pimpinan dan anggota KPK?Tampaknya harapan itu hanya tinggal harapan, bahkan mungkin kita tidak bisa berharap dengan harapan itu. Melihat drama penyelesaian kasus &#8230; <a href="http://dindinonline.wordpress.com/2009/10/28/utopia-negeri-yang-jujur/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dindinonline.wordpress.com&amp;blog=2255072&amp;post=199&amp;subd=dindinonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-203" title="lie" src="http://dindinonline.files.wordpress.com/2009/10/lie1.jpg?w=138&#038;h=185" alt="lie" width="138" height="185" />Kepada siapa lagi kita akan percaya. Kepada para penegak hukum negeri ; para birokrat, jaksa, polisi, hakim, atau pimpinan dan anggota KPK?Tampaknya harapan itu hanya tinggal harapan, bahkan mungkin kita tidak bisa berharap dengan harapan itu. Melihat drama penyelesaian kasus demi kasus yang melintas di hadapan publik negeri ini, tampaknya kok semakin jauh panggang dari api.<br />
Jika saja Tuhan mau dan memperlihatkan rekaman peristiwa yang  dilakukan orang-orang negeri ini bak  pemutaran film dokumenter, O&#8230; alangkah hirukpikuknya peristiwa besar itu. Mulai presiden, wakil rakyat, penegak hukum,petani,pedagang, sampai tukang becak pasti kan tergopoh-gopoh ingin menyaksikannya. Atau mungkin sebaliknya tidak ada seorangpun yang akan berani melihatnya, termasuk diriku. Malu pasti. Melihat kebohongan, kebobrokan, kebejatan, dan kelicikan yang pernah dilakukannya. Jika tidak ada kejahatan, kita tidak akan bisa melihat kebaikan.Astaghfirullah ampuni hamba ya Allah.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dindinonline.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dindinonline.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dindinonline.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dindinonline.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dindinonline.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dindinonline.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dindinonline.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dindinonline.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dindinonline.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dindinonline.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dindinonline.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dindinonline.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dindinonline.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dindinonline.wordpress.com/199/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dindinonline.wordpress.com&amp;blog=2255072&amp;post=199&amp;subd=dindinonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dindinonline.wordpress.com/2009/10/28/utopia-negeri-yang-jujur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
<enclosure url="" length="" type="" />
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ff82a8d4df99e54d730c04a5e3ebfeac?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dindin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dindinonline.files.wordpress.com/2009/10/lie1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">lie</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
