TAMPAK LEBIH CERDAS DENGAN BAHASATulisan dengan gaya tradisional seperti MH Ainun Najib yang sarat dengan bahasa Jawa cukup enak dinikmati. Artikel Mustafa Bisri yang jamak menggunakan bahasa Arab juga enak disimak. Atau tulisan Mujahirin Tohir yang banyak mengusung istilah-istilah londho juga nyaman dibacaDiakui atau tidak, betapa sekarang bahasa Indonesia semakin jarang digunakan secara utuh. Dalam blog, artikel, papan nama gedung, lirik lagu, atau apapun yang ada kaitannya dengan komunikasi publik rasanya tidak cukup kalau hanya memakai bahasa Indonesia. Bahkan judul dan isi tulisan ini juga tidak murni menggunakan bahasa Indonesia secara utuh, tidak ngeh rasanya. Anggapan bahwa bahasa Indonesia itu nggak cool, konvensional, dan old-fashion tidak sepenuhnya benar. Banyak cara dapat dilakukan agar bahasa Indonesia terasa lebih gaul, lebih cool, tidak kaku, tanpa meninggalkan kualitasnya sebagai bahasa nasional. Salah satunya adalah dengan cara menyelipkan bahasa asing sebagai keywords. Cara ini dari segi kebahasaan sah-sah saja, sebatas tidak merusak bahasa itu sendiri.Ada beberapa keuntungan dengan menyelipkan bahasa asing dalam percakapan atau tulisan kita. Selain terlihat lebih cool, penggunaan bahasa asing juga akan menunjukkan pemakai sebagai kaum terpelajar, clever, dan berpengetahuan luas. Tidak terbatas pada bahasa Inggris saja, bahasa Jawa, Arab, atau Mandarin pun dapat dijadikan pemoles pesan supaya lebih indah. Yang penting message delivered, pesan tersampaikan. Jika lawan bicara tidak paham, dont worry, just give them translation after it, beri saja mereka terjemahan setelahnya. Easy isn’t it? Gampang kan?Sebagai contoh, tulisan dengan gaya tradisional seperti MH Ainun Najib yang sarat dengan bahasa Jawa cukup enak dinikmati. Mustafa Bisri yang jamak menggunakan bahasa Arab juga enak disimak. Atau tulisan Mujahirin Tohir yang banyak mengusung istilah-istilah londho juga nyaman dibacaWalaupun hanya sepatah dua patah kata, tetapi pesan akan lebih cantik kalau diselipkan bahasa asing. Tentu setiap bahasa mempunyai karakter tersendiri. Jika artikel bertema kasih sayang selipkan bahasa Perancis, temanya agama selipkan bahasa Arab, artikel bertema manajemen dan industri selipkan bahasa Jepang. Untuk artikel bertema teknologi selipkan bahasa Jerman, atau juga bahasa Inggris. Sekali lagi, pemakainan bahasa asing cukup kata kuncinya saja, jangan terlalu banyak. Tulisan dengan bahasa asing yang terlalu banyak akan terlihat complicated dan dan tingkat keterbacaanya rendah, not friendly yang akhirnya membuat orang jadi malas membaca. Apalagi jika seluruh artikel tersebut berbahasa Inggris. Kecuali jika memang tulisan ditujukan untuk orang asing.Jadi, pemakaian bahasa asing untuk mempercantik dan mempermudah sebuah pesan halal saja dilakukan, asalkan masih mengacu dalam kaidah-kaidah bahasa.
Halaman ini dilanjutkan oleh sub-halaman.




